Bocah Ini Tiba-tiba Menjerit Lihat Ibunya Tewas Bersimbah Darah. Penyebabnya Bikin Merinding


Sehari jelang Lebaran lalu, Gedongtaan, Pesawaran dihebohkan peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang wanita.

Pelakunya tak lain adalah pemuda tetangga korban.

Herwanto (24) nekat membunuh tetangganya sendiri Damiyati (35) warga Karangrejo Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran karena terbakar api dendam.

Bagaimana peristiwa pembunuhan itu terjadi?

pembunuhan gedongtaan ()
Menjelang Idul Fitri, tiap orang selalu berkeinginan untuk bisa kumpul bersama keluarga besarnya hingga rela melakukan mudik ke kampung halaman.

Harapannya adalah bisa merasakan nikmat Lebaran bersama orang terkasih.

Namun hal itu tidak berlaku untuk dua bocah kakak beradik yang masih berusia 11 tahun dan 4 tahun, warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung ini.

Keduanya yang hanya tinggal bertiga bersama sang ibunda ini harus kehilangan satu-satunya penopang hidupnya. 

Ya, tepat satu hari menjelang hari raya, Kamis 14 Juni 2016, sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya dikagetkan dengan kondisi ibunya yang sudah terkapar bersimbah darah.

Kala itu, sang adik yang berusia 4 tahun yang kali pertama melihat ibundanya yang bernama Damiati (35), tewas di kamar tidurnya.

Ia pun segera membangunkan kakaknya.

Kemudian sang kakak pun menjerit meminta pertolongan kepada keluarga yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah mereka, sekitar pukul 02.00 WIB.

Miskin

Kepala Polsek Gedongtataan Kompol Bunyamin mengatakan bahwa pelaku memiliki dendam kepada Sumino alias orang tua korban, Damiyati.

Menurutnya, pelaku merasa sering diejek dan dihina oleh orang tua korban.

"Pelaku sering diejek sebagai orang miskin yang tidak memiliki motor dan saat pelaku memiliki motor, pelaku masih diejek bahwa motornya jelek," kata Kapolsek, Jumat (15/6).

Ternyata ejekan tersebut membuat Herwanto sakit hati dan dendam.

Atas dendam tersebut pelaku menyusun rencana akan melakukan pencurian di rumah Sumino dan menyiapkan sebilah pisau untuk melaksanakan niatnya tersebut.

Bunyamin menambahkan, pada Kamis (14/6) pukul 02.00 WIB pelaku melaksanakan niatnya dan berjalan menuju rumah Sumino.

Saat pelaku melewati rumah Damiyati yang berada di dekat rumah Sumino, pelaku mengawasi rumah tersebut dan melihat jendela rumah dalam keadaan tidak terkunci.

Lantas pelaku mencongkelnya dengan menggunakan pisau yang dibawa.

"Saat pelaku masuk pelaku melihat korban sedang tertidur bersama seorang anak kecil dan langsung menikam korban sebanyak tiga kali, " kata Bunyamin.

Pelaku menghunuskan pisau tersebut pada bagian perut, dekat leher dan bagian belakang ( punggung ).

Atas perbuatan itu, korban tewas dan pelaku langsung melarikan diri melewati jendela tempat dirinya masuk ke dalam rumah.

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul 2 Bocah Hanya Bisa Menjerit Lihat Ibunya Tewas Bersimbah Darah, Penyebabnya Bikin Merinding, http://lampung.tribunnews.com/2018/06/18/2-bocah-hanya-bisa-menjerit-lihat-ibunya-tewas-bersimbah-darah-penyebabnya-bikin-merinding

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Heribertus Sulis